RAPI Wilayah JZ 01 21 ZWJ Bener Meriah Ambil Bagian dalam Operasi Ketupat 2026, Perkuat Layanan Komunikasi dan Kemanusiaan
Redelong – Komitmen dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali ditunjukkan oleh Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah JZ 01 21 ZWJ Kabupaten Bener Meriah. Pada tahun ini, RAPI Bener Meriah turut ambil bagian dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 13 Maret hingga 23 Maret 2026.
Keterlibatan RAPI dalam operasi kemanusiaan ini menjadi bagian penting dalam mendukung tugas aparat keamanan dan instansi terkait, khususnya dalam hal komunikasi lapangan, penyampaian informasi, serta pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan selama momentum Lebaran.
Ketua RAPI Wilayah JZ 01 21 ZWJ Kabupaten Bener Meriah menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk pengabdian nyata anggota RAPI kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran komunikasi sangat vital, terutama dalam situasi padat aktivitas seperti arus mudik dan balik Lebaran.
“RAPI hadir bukan hanya sebagai organisasi komunikasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat dalam membantu kelancaran informasi di lapangan. Dalam Operasi Ketupat ini, kami mengerahkan anggota di berbagai titik posko untuk memastikan komunikasi berjalan lancar,” ujarnya.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, RAPI Bener Meriah menempatkan personel di sejumlah posko strategis yang menjadi titik pemantauan arus lalu lintas dan pelayanan masyarakat. Adapun titik-titik posko tersebut meliputi Posko Simpang Layang, Posko Umah Besi, Posko Permata, serta Posko Terpadu Simpang Teritit.
Keempat posko ini dipilih karena merupakan jalur vital yang dilalui masyarakat, baik untuk perjalanan antar kabupaten maupun lintas provinsi. Selain itu, kawasan tersebut juga dikenal sebagai titik rawan kepadatan kendaraan, sehingga membutuhkan pengawasan dan koordinasi yang lebih intensif.
Di setiap posko, anggota RAPI bertugas secara bergantian selama 24 jam. Mereka bekerja sama dengan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta relawan lainnya. Tugas utama anggota RAPI meliputi penyampaian informasi kondisi lalu lintas, pelaporan kejadian darurat, serta membantu komunikasi antar petugas di lapangan.
Dalam praktiknya, anggota RAPI menggunakan perangkat komunikasi radio yang menjadi andalan dalam kondisi tertentu, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan jaringan seluler. Keunggulan komunikasi radio yang tidak bergantung pada jaringan internet menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran koordinasi di lapangan.
Salah satu anggota RAPI yang bertugas di Posko Simpang Layang mengungkapkan bahwa peran komunikasi radio sangat dirasakan manfaatnya, khususnya saat terjadi kepadatan lalu lintas atau kondisi darurat.
“Ketika jaringan seluler terganggu atau padat, komunikasi radio menjadi solusi utama. Kami bisa langsung berkoordinasi dengan posko lain maupun petugas di lapangan untuk memberikan informasi secara cepat dan akurat,” ungkapnya.
Selain membantu komunikasi, RAPI juga turut berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di beberapa posko, anggota RAPI ikut membantu memberikan informasi arah jalan, lokasi istirahat, hingga membantu pengendara yang mengalami kendala di perjalanan.
Kehadiran RAPI di tengah masyarakat selama Operasi Ketupat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Aparat keamanan menilai bahwa kontribusi RAPI sangat membantu dalam mempercepat arus informasi dan koordinasi antar petugas.
Salah satu perwakilan aparat di Posko Terpadu Simpang Teritit menyampaikan bahwa sinergi antara RAPI dan instansi lainnya berjalan dengan baik. Ia menilai bahwa keberadaan RAPI memberikan nilai tambah dalam mendukung kelancaran operasi.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran RAPI. Mereka cepat dalam menyampaikan informasi dan sangat responsif terhadap situasi di lapangan. Ini tentu sangat mendukung tugas kami dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga merasakan manfaat langsung dari kehadiran RAPI. Banyak pengendara yang merasa terbantu dengan informasi yang diberikan, terutama terkait kondisi jalan dan titik kemacetan.
Seorang pemudik yang melintas di kawasan Permata mengaku terbantu dengan arahan yang diberikan oleh petugas di posko, termasuk anggota RAPI.
“Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan informasi jalur alternatif dari petugas di posko. Ini sangat membantu perjalanan kami agar lebih lancar dan aman,” katanya.
Partisipasi RAPI dalam Operasi Ketupat bukanlah hal yang baru. Setiap tahun, organisasi ini selalu terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pengamanan hari besar keagamaan. Hal ini sejalan dengan semangat RAPI sebagai organisasi yang bergerak di bidang komunikasi sosial dan kemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua RAPI Bener Meriah juga menyampaikan harapannya agar ke depan peran RAPI semakin diakui dan diperkuat, khususnya dalam mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan.
“Kami berharap RAPI terus diberikan ruang untuk berkontribusi. Dengan kemampuan komunikasi yang kami miliki, kami siap membantu kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh anggota RAPI yang telah berpartisipasi dalam Operasi Ketupat 2026. Menurutnya, dedikasi dan semangat relawan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu dan tenaga. Ini adalah bentuk pengabdian kita kepada masyarakat,” tambahnya.
Operasi Ketupat 2026 sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.
Dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk RAPI, operasi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Hingga hari terakhir pelaksanaan, situasi di wilayah Kabupaten Bener Meriah terpantau relatif aman dan kondusif. Arus lalu lintas berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan di beberapa titik.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi seluruh pihak yang terlibat, termasuk kontribusi nyata dari RAPI Wilayah JZ 01 21 ZWJ Kabupaten Bener Meriah.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat 2026 pada 23 Maret 2026, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang telah terbangun selama kegiatan ini dapat terus dipertahankan dalam berbagai momentum lainnya. RAPI sebagai garda terdepan dalam komunikasi sosial diharapkan terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.




Posting Komentar untuk "RAPI Wilayah JZ 01 21 ZWJ Bener Meriah Ambil Bagian dalam Operasi Ketupat 2026, Perkuat Layanan Komunikasi dan Kemanusiaan"
Posting Komentar