RAPI Jadi Andalan Komunikasi Saat Bencana Lumpuhkan Bener Meriah
BENER MERIAH, Bencana alam yang melanda Kabupaten Bener Meriah pada Rabu, 26 November 2025, melumpuhkan aktivitas masyarakat. Akses jalan dari Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara terputus akibat longsor, sementara banjir bandang merusak rumah warga dan jembatan di pusat Kota Simpang Tiga Redelong serta sejumlah kecamatan lainnya. Listrik dan jaringan komunikasi dilaporkan padam total.
Di tengah kondisi tersebut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menjadi satu-satunya sarana komunikasi yang masih berfungsi. Meski repeater sempat mati akibat ketiadaan listrik, anggota RAPI tetap berkomunikasi menggunakan HT dengan jangkauan terbatas melalui frekuensi 143.800 MHz.
Atas instruksi Sekretaris Daerah Bener Meriah, Riswan Dika Putra, S.STP, M.AP, RAPI diminta membantu pemerintah daerah dalam penyampaian informasi kebencanaan. Sejak malam kejadian, RAPI resmi berperan sebagai Bantuan Komunikasi (Bankom) pemerintah, melaporkan titik bencana, akses jalan, data korban, dan kondisi pengungsian.
Untuk memperluas jangkauan komunikasi, RAPI memasang panel surya dan baterai cadangan sehingga repeater di Bukit Menjangan kembali berfungsi. Posko utama komunikasi kemudian dipusatkan di offroom Bupati Bener Meriah, dipimpin Ketua RAPI Yuhda Asri bersama Sekretaris Yusra Al Fatah.
Hingga Jumat, 18 Desember 2025, anggota RAPI masih siaga penuh siang dan malam untuk menerima dan meneruskan laporan dari lapangan. RAPI menegaskan pentingnya radio komunikasi sebagai sarana vital saat bencana, terutama ketika listrik dan jaringan modern tidak berfungsi.
Sumber: gemapers.com

Posting Komentar untuk "RAPI Jadi Andalan Komunikasi Saat Bencana Lumpuhkan Bener Meriah"
Posting Komentar